Email:
clothink.konveksi@gmail.com
Hubungi Kami:
085640270966

Cloth Your Think, Think Your Cloth!

Cloth Your Think, Think Your Cloth!

Cloth Your Think, Think Your Cloth!

"You are what you think. You are what you say. You are what you wear. Be Your'best'self!"

Sobat thinkers, pasti sering mendengar atau membaca jargon di atas kan? Kalimat persuasif yang sering digunakan para motivator atau pembicara untuk mengisi materi dan membangkitkan semangat audiens. Kata yang cukup sederhana namun terdapat pesan yang luar biasa. Di artikel ini, Clothink akan mencoba membahasnya satu per satu. Simak ya, Sob! :D


You Are What You Think

Ya, kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Jika kita sering berpikir negatif dan berburuk sangka kepada orang lain maka itulah sebenarnya jati diri kita. Karena pikiran seseorang sangat berpengaruh pada ucapan maupun tindakannya sehari-hari. Ibarat teko, jika isinya kopi berwarna hitam, maka ketika dituang teko tersebut juga akan mengeluarkan kopi hitam.

Selain jati diri, sifat seseorang juga dapat terlihat dari cara pandangnya menghadapi suatu masalah. Jika kita berpikir bahwa kita bisa, maka kita akan bisa. Tetapi jika kita ragu dan berpikir kita tidak akan bisa, maka itu pulalah yang akan terjadi.

Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan sepanjang hari, karena memang semua perbuatan yang kita lakukan selalu diawali oleh pikiran. Kita adalah penulis bagi kehidupan kita masing-masing. Kisah dan cerita seperti apa yang kita tulis dan rasakan saat ini, berasal dari pikiran kita selama ini. Jika kita merasa hidup ini penuh dengan hal-hal yang negatif, itu artinya selama ini pikiran kita didominasi oleh sesuatu yang negatif. Begitu juga sebaliknya, jika kita merasa bahagia dan positif, itu menandakan bahwa kita selalu berpikir positif.


You Are What You Say

Segala sesuatu yang terucap dari lisan menunjukan kualitas pribadi seseorang. Karena orang baik hanya akan mengatakan yang baik, menggunakan bahasa santun, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

Al-Muhallab rahimahullah berpesan kepada anak-anaknya: “Berhati-hatilah kalian dari tergelincirnya lidah. Karena aku melihat seseorang tergelincir kakinya, ia dapat berdiri. Akan tetapi orang yang tergelincir lidahnya, dia menjadi binasa.”

Pesan diatas menunjukkan bahwa ucapan seperti dua mata pedang yang jika kita tidak berhati-hati maka akan melukai orang lain. Tetapi jika digunakan dengan bijaksana, maka akan mendatangkan kebaikan bagi yang menyampaikan maupun yang mendengarkan. Kebiasaan berkata baik dapat menjadikan seseorang dinanti kehadirannya, dirindu sosoknya, dan diikuti perkataannya. Sampaikanlah sesuatu yang baik, atau diam. 

"Ikatlah lidahmu kecuali untuk menjelaskan kebenaran, membantah kebatilan atau menyebutkan nikmat”.


You Are What You Wear

Pakaian seseorang juga menggambarkan bagaimana watak dan sifat orang tersebut. Seperti pepatah Jawa yang mengatakan "ajining diri ana ing wusana", artinya bahwa harga diri seseorang terletak pada apa yang ia kenakan. Jadilah diri sendiri sesuai dengan perintah Tuhan Yang Maha Kuasa dan norma yang berlaku di masyarakat. Tidak perlu berlebihan, sewajarnya, dan sepantasnya. Ingat, bahwa apa yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri.


Cloth Your Think, Think Your Cloth!

Senada dengan tiga poin di atas, melalui slogan ini kami ingin menyampaikan bahwa setiap orang harus membungkus pikirannya dengan hal yang positif agar tidak mudah berprasangka buruk kepada orang lain dan mudah berpikir negatif. Selain itu, kita juga perlu memikirkan pakaian apa yang akan kita kenakan setiap harinya. Karena kembali lagi, harga diri seseorang terletak pada pakaian yang ia kenakan. So, Cloth Your Think, Think Your Cloth!


Tunggu apalagi, hubungi kami sekarang juga :)

Chat Via WhatsApp Sekarang


Admin Sabtu, 20 Agustus 2016 Artikel Seputar Konveksi

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar